Koperasi dan UMKM | 08-Jun-2026
Tanjung Selor, Kaltara, 07/6 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tidak akan memungut retribusi daerah kepada ratusan pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sepanjang Tepian Sungai Kayan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
“Saya pastikan di kawasan Tepian Sungai Kayan, seluruh UMKM yang bekerja di sana mulai jam tiga sore sampai tengah malam itu tidak ada dipungut retribusinya sama sekali dari pemerintah daerah,” ujarnya di Tanjung Selor, Minggu.
Syarwani mengatakan, di tengah kondisi menurunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bulungan yang juga dirasakan daerah lainnya, tak membuat patah semangat mencari pendapatan asli daerah (PAD).
Ikhtiar mencari peluang-peluang pendapatan, kata dia, tetap dilakukan, tetapi tetap selektif agar tidak mematikan usaha masyarakat, khususnya para pengusaha UMKM.
“Berkaitan dengan pajak retribusi, kita juga selektif dalam penerapannya. Seperti UMKM di kawasan Tepian Sungai Kayan kita tidak terapkan retribusi,” katanya.
Bahkan, lanjutnya, Pemkab Bulungan saat ini malah membantu mereka dengan membuatkan gerobak sebanyak 60 unit tanpa membeli atau sewa.
Di tengah kondisi perekonomian yang saat ini tidak pasti akibat gejolak ekonomi dunia, Pemkab Bulungan kata Syarwani niatnya hanya satu agar keberadaan para pengusaha UMKM tetap eksis sehingga perputaran uang dan perputaran ekonomi di Kabupaten Bulungan tetap berjalan.
“Kita bersyukur ada kurang lebih 300 UMKM di Tepian Sungai Kayan tetap eksis dan usaha mereka juga menjadi wadah pemersatu bagi masyarakat Kabupaten Bulungan untuk membangun silaturahmi di sana,” tuturnya.
Bupati Syarwani mengaku pernah melakukan survei di luar akhir pekan. Dia mendapatkan info dalam semalam, UMKM Tepian Sungai Kayan yang beroperasi dari pukul 17.00 hingga tengah malam ini bisa meraup omzet Rp700 ribu sampai Rp1 juta.
“Itu pendapat kotor mereka semalam berkisar Rp700 ribu - Rp1 juta dengan modal jual kopi kurang lebih Rp10 ribu per gelasnya. Itu bisa langsung saya rincikan katakanlah Rp700 ribu untungnya 50 persen dan dikali satu bulan bisa kurang lebih Rp15 juta pendapatan para UMKM kita di sana,” ujarnya.
Karena itulah kata dia, Pemkab Bulungan, komitmen dan konsisten menata kawasan Tepian Sungai Kayan sebagai tempat berusahanya masyarakat.
“Nah ini yang terus kita pertahankan supaya roda ekonomi masyarakat, para pengusaha UMKM benar-benar bisa terus berjalan sampai hari ini,” katanya.
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.